RECOMMENDED, Wa +62 858 5946 5858, Tour Ziarah WaliSongo
Selasa, 23 Oktober 2018
Jual Paket Wisata Ziarah Wali Songo,
Paket Wisata Religi Wali Songo,
Paket Wisata Ziarah Wali Songo 2019,
Tour Ziarah waliSongo,
Wisata Religi,
Ziarah Wali Songo
Edit
SUNAN DRAJAT
RECOMMENDED, Tour Ziarah WaliSongo, Paket
Wisata Ziarah Wali Songo 2019, Wisata
Religi Ziarah Wali Songo, Jual Paket Wisata Ziarah Wali Songo, Paket Wisata
Religi Wali Songo, Sewa Bus Ziarah Wali Songo, Paket Wisata Ziarah Wali Songo
Dari Jakarta, Paket Ziarah Wali Songo 2019
Info paket Tour Wisata Religi Wali Songo di Sunan Drajat Hubungi Wa +62 858-5946-5858
Bagi orang yang ingin tour wisata religi ziarah walisongo,
khususnya di Lamongan Jawa Timur. Bisa hubungi Fun Wisata Kreatif. Makam yang terletak di Drajat, Paciran,
Lamongan, Jawa Timur ini memang sangat cocok digunakan untuk kamu pecinta
wisata religi. Bagi kamu yang ingin berlibur bersama keluarga dan ingin mencoba
berziarah ke makan ini, coba deh berkunjung ke makam yang satu ini. Dan kamu
juga bisa membacakan doa-doa untuk beliau lho. Tour Ziarah waliSongo
Makam Sunan Drajat sendiri
memang sangat cocok untuk liburan bernuansa religi, dan makam yang satu ini
memang sudah terkenal karena memang ini adalah makan dari wali songo. Disini
kamu bisa berziarah dan mendoakan beliau supaya diterima di sisiNya, bagi kamu
yang penasaran, langsung aja deh pergi ke makam yang satu ini. Dijamin
liburanmu religimu akan semakin berkesan.
Info Ziarah
Wali Songo Sunan Drajat adalah salah satu dari para wali yang
berjasa menyebarkan agama islam di Indonesia. Beliau lahir pada tahun 1470
Masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim. Kemudian beliau mendapatkan gelar
Raden Syarifudin. Beliau juga mempunyai banyak nama antara lain Masaikh Munat, Pangeran Kadrajat, Pangeran
Syarifudin, Syekh Masakeh, Maulana Hasyim, Raden Imam, Sunan Muryapada, dan
Sunan Mahmud.
Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dari pernikahannya dengan
Nyi Ageng Manila alias Dewi Condrowati. Raden Qasim merupakan satu dari empat
bersaudara. Saudara-saudaranya antara lain adalah Sunan Bonang, Siti Muntisiyah (istri Sunan
Giri), Nyi Ageng Maloka (istri Raden Patah), dan seorang putri yang merupakan
istri Sunan Kalijaga.
Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan
agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat
ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden
Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi.
Sejarah
Singkat
Sunan Drajat menghabiskan masa kanak-kanak dan
remajanya di kampung halamannya di Ampel Denta, Surabaya. Setelah dewasa, beliau
diperintahkan oleh ayahandanya, Sunan Ampel, untuk berdakwah ke pesisir barat
Gresik. Maka, berlayarlah Sunan Drajat. Dari Surabaya, dengan menumpang biduk
nelayan. Di tengah perjalananannya, perahu yang ditumpangi Sunan drajat
terseret badai dan kemudian pecah dihantam ombak di daerah Lamongan, sebelah
barat Gresik. Sunan Drajat selamat dengan berpegangan pada dayung perahu.
Selanjutnya, beliau ditolong oleh ikan cucut dan ikan talang (ada juga yang
menyebut ikan cakalang). Dengan menunggang pada kedua ikan tersebut, Sunan
Drajat berhasil mendarat di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Kampung
Jelak, Banjarwati. Berdasarkan sejarah, peristiwa ini terjadi sekitar tahun
1485 Masehi. Di sana, Sunan Drajat disambut baik oleh tetua kampung bernama Mbah
dan Mbah Mayang Madu.
Dua tokoh tersebut sudah diislamkan oleh pendakwah
asal Surabaya, yang juga terdampar di tempat itu beberapa tahun sebelumnya.
Sunan Drajat lantas menetap di Jelak, dan menikah dengan Kemuning, putri dari
Mbah Mayang Madu. Di Jelak, Raden Qasim kemudian mendirikan sebuah surau, dan
akhirnya menjadi pesantren tempat mengaji ratusan penduduk. Jelak, yang mulanya
hanyalah dusun kecil yang terpencil, lama kelamaan tumbuh menjadi kampung yang
besar dan ramai. Namanya pun berubah menjadi Banjaranyar. 3 tahun kemudian,
Sunan Drajat pindah ke selatan, sekitar satu kilometer dari Jelak, menuju
tempat yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir pada musim hujan. Tempat
tersebut kemudian dinamai Desa Drajat.
Dari sinilah beliau mulai mendapatkan gelar Sunan Drajat.
Akan tetapi, Sunan Drajat masih menganggap lokasi
tersebut belum strategis untuk dijadikan pusat dakwah Islam. Sunan Drajat
kemudian diberi izin oleh Sultan Demak, yang merupakan penguasa Lamongan waktu
itu, untuk membuka lahan baru di wilayah perbukitan yang ada di selatan. Lahan
yang masih berupa hutan belantara tersebut dikenal oleh penduduk sekitar
sebagai daerah yang angker. Berdasarkan sahibul kisah, banyak makhluk halus
yang marah saat pembukaan lahan tersebut. Mereka lantas meneror penduduk di
malam hari, dan menyebarkan penyakit. Akan tetapi, berkat kesaktiannya, Sunan
Drajat mampu mengatasinya. Sesudah pembukaan lahan selesai, Sunan Drajat
bersama para pengikutnya kemudian membangun permukiman baru, seluas sekitar 9
hektar.
Atas petunjuk Sunan Giri, melalui mimpi, Sunan Drajat
menempati sisi perbukitan selatan, yang saat ini menjadi kompleks pemakaman,
dan disebut Ndalem Duwur. Sunan Drajat kemudian mendirikan masjid sedikit jauh
di bagian barat tempat tinggalnya. Masjid inilah yang kemudian menjadi tempat
dakwah beliau menyampaikan ajaran Islam
kepada penduduk. Sunan Drajat menghabiskan sisa hidupnya di Ndalem Duwur,
sampai beliau akhirnya wafat pada tahn 1522. Di tempat ini saat ini dibangun
sebuah museum sebagai tempat penyimpanan barang-barang peninggalan Sunan Drajat
(termasuk dayung perahu yang dulu pernah menyelamatkannya). Sementara lahan
bekas tempat tinggal Sunan Drajat saat ini dibiarkan kosong, dan
dikeramatkan.Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawanannya. Beliau
menurunkannya kepada para pengikutnya kaidah tak saling menyakiti, baik itu
melalui perkataan ataupun perbuatan. ''Bapang den simpangi, ana catur
mungkur,'' demikian petuah beliau. Yang kurang lebih maksudnya adalah,
"jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain,
apalagi melakukan perbuatan itu".
Sunan Drajat memperkenalkan Islam dengan konsep dakwah
bil-hikmah, dengan cara bijak, tanpa paksaan. Dalam menyampaikan ajarannya,
Sunan Drajat menempuh 5 metode. Pertama,
melalui pengajian secara langsung di masjid ataupun langgar. Kedua, dengan
menyelenggarakan pendidikan di pesantren. Ketiga, memberi fatwa dan petuahnya
dalam menyelesaikan masalah. keempat, dengan kesenian tradisional. Sunan Drajat
seringkali berdakwah melalui tembang pangkur dengan iringan gending. Kelima,
beliau juga menyampaikan ajaran Islam melalui ritual adat tradisional, asalkan
tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten
Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwah Sunan Drajat sekitar abad XV dan XVI
Masehi. Ia memegang kendali kerajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom
kerajaan Demak selama 36 tahun.
Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal
berjiwa sosial, sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin. Ia terlebih
dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang
ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk
mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.
Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan
Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempunyai otonomi.
Sebagai penghargaan atas keberhasilannya menyebarkan
agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan
yang makmur bagi warganya, beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden
Patah Sultan Demak pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi.
Nama Dan
Tempat Ziarah Wali Songo
Info paket Tour Wisata Religi Wali Songo di Sunan Drajat Hubungi Wa +62
858-5946-5858
Fatimah
az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib :
- Imam Husain
- Ali Zainal Abadin
- Muhammad al-Baqir
- Ja'far ash-Shadiq
- Ali al-Uraidhi
- Muhammad al-Naqib
- Isa ar-Rumi
- Ahmad al-Muhajir
- Ubaidullah
- Alwi Awwal
- Muhammad Sahibus Saumiah
- Alwi ats-Tsani
- Ali Khali' Qasam
- Muhammad Shahib Mirbath
- Alwi Ammi al-Faqih
- Abdul Malik Azmatkhan
- Abdullah Khan
- Ahmad Syah Jalal
- Jamaludin Akbar al-Husaini atau Syekh Jumadil Qubro
- Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
- Raden Rahmat atau Sayyid Ahmad Rahmatillah atau
SunanAmpel dan Dewi Condrowati , yang kemudian lahir Raden Qasim atau Sunan
Drajat.
Filosofi
Sunan Drajat
Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan
kini terabadikan dalam sap tangga ketujuh dari tataran kompleks makam Sunan
Drajat.
Secara lengkap makna filosofi ketujuh sap tangga
tersebut sebagai berikut :
1. Memangun resep tyasing Sasomo = Kita selalu membuat
senang hati orang lain.
2. Jroning suka kudu eling lan waspada = Di dalam
suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada.
3. Laksmitaning subrata tan nyipta marang
pringgabayaning lampah = Dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur kita
tidak perduli dengan segala bentuk rintangan.
4. Meper Hardaning Pancadriya = Kita harus selalu menekan
gelora nafsu-nafsu.
5. Heneng - Hening - Henung = Dalam keadaan diam kita
akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai
cita-cita luhur.
6. Mulya guna Panca Waktu = Suatu kebahagiaan
lahir-batin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu.
7. Empat ajaran Pokok
Paring teken marang kang kalunyon lan wuta = Berikan
tongkat kepada yang terpeleset dan buta.
- Bermakna : Berilah ilmu agar orang menjadi pandai
dan tidak melakukan kesalahan
Paring pangan marang kang kaliren = Berikan makanan
kepada yang kelaparan.
- Bermakna : Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang
miskin
Paring sandang marang kang kawudan = Berikan pakaian
kepada yang telanjang.
- Bermakna : Ajari kesusilaan pada orang yang tidak
punya malu
Paring payung marang kang kodanan = Berikan payung
kepada yang kehujanan.
- Bermakna : Beri perlindungan pada orang yang
menderita.
Wafat
Sunan Drajat wafat pada tahun 1522. Makamnya di Desa
Drajat Kec. Paciran Kab. Lamongan. Tak jauh dari makam terdapat sebuah museum
Info paket Tour Wisata Religi Wali Songo di Sunan Drajat Hubungi Wa +62 858-5946-5858
Info paket Tour Wisata Religi Wali Songo di Sunan Drajat Hubungi Wa +62 858-5946-5858
website :
www.funwisatakreatif.com
Tour Ziarah waliSongo, Paket Wisata Ziarah Wali Songo 2019, Wisata Religi, Ziarah Wali Songo, Jual Paket Wisata Ziarah Wali Songo, Paket Wisata Religi Wali Songo, Sewa Bus Ziarah Wali Songo, Paket Wisata Ziarah Wali Songo Dari Jakarta, Paket Ziarah Wali Songo 2019
#ziarahWalisongo#SejarahWaliSongo#MakamWaliSongo#SejarahWaliSongo#SejarahSunanDrajat#WaliSongo#SunanWaliSongo#Makam#Ziarah#WisataWaliSongo#ZiarahMakamSunanDrajat#WisataWaliSongo#WaliSongo

0 Response to "RECOMMENDED, Wa +62 858 5946 5858, Tour Ziarah WaliSongo"
Posting Komentar